Siswa SMK Bisa Lahirkan Karya Inovatif
25 MAY 2009 38 VIEWS NO COMMENT
Siswa SMK ternyata mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! Sekali lagi SMK Bisa!!!.
Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo ketika membuka Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional ke-17 dan Pameran Kreasi Siswa SMK Tahun 2009, Kamis (21/5). Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Mandikdasmen Suyanto, Direktur PSMK Joko Sutrisno, mantan mendikbud Wardiman Djojonegoro.
Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS SMK) Tingkat Nasional dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, jelas mendiknas.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan kerjasama yang lebih erat antara SMK dengan mitra industri. Kami percaya, tujuan tersebut dapat tercapai karena semua stakeholders telah mendukung dan mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
Mendiknas juga mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat International melalui World Skill Competition (WSC). “Ajang LKS ini dapat pula dijadikan promosi tamatan SMK kepada para pengguna lulusan, sehingga tamatan SMK dapat berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian Indonesia, tegasnya.
Bersamaan dengan LKS ini diselenggarakan pula Pameran Kreasi Siswa SMK yang merupakan kegiatan sinergi SMK dengan para mitra industrinya.
LKS siswa SMK yang meliputi bidang Teknologi, Bisnis, Pariwisata, Pertanian dan Seni Kria merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari pembangunan sumberdaya manusia.
Mendiknas menyatakan, melalui pameran ini kita dapat melihat bahwa siswa SMK bisa menunjukkan kemampuannya dan diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk terus berkreasi melahirkan karya karya inovatif yang bermanfaat.
“Mari kita tingkatkan motivasi para peserta didik SMK untuk maju dengan motto SMK Bisa !!! sekali lagi “SMK Bisa!!!
Kegiatan LKS dan Pameran Kreasi Siswa SMK ini diharapkan dapat berlanjut di tahun tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak mitra industri dan partisipasi pihak Pemda, sehingga harapan terciptanya sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi, mencintai bangsa dan negara Indonesia serta mampu berkompetisi di era global dapat terwujud.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan semua pihak yang terlibat dapat memupuk persahabatan, meningkatkan jiwa sportifitas dan menumbuhkan kebersamaan, baik secara individu maupun kelembagaan. Kebersamaan ini akan berdampak baik pada kesamaan gerak dan langkah stakeholders dalam mengembangkan pendidikan kejuruan di Indonesia.
Pada kesempatan itu, mendiknas menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada mitra industri, instansi terkait, maupun individu-individu yang telah mendukung pelaksanaan LKS dan Pameran ini.
Sumber : lks.ditpsmk.net
Sabtu, 14 November 2009
Seminar Open Sourse Dan Web Base Aplication
Seminar Opensource dan Web Base Application
Menindaklanjuti acara “Smart Generation Party” dalam rangka Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sesuai program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Politeknik Telkom, PT Telkom Kandatel Cianjur mengadakan kegiatan Seminar IT dan Launching Speedy Multi Speed.
Seminar dengan tema “Opensource dan Web Base Application : implementasi teknologi informasi di dunia pendidikan” akan diselenggarakan pada hari Sabtu 2 Mei 2009 di SMAN 1 Cianjur.
Pembicara dalam seminar tersebut adalah Drs. Rusmanto, MM Pemimpin Redaksi Majalah Infolinux sekaligus Sebagai Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia yang akan memberikan materi mengenai linux opensource, openoffice dan internet menggunakan linux operating system.
“Dengan keterlibatan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Cianjur, diharapkan tindaklanjut implementasi dari seminar ini lebih efektif karena peserta seminar tidak akan mengalami kebuntuan berarti dikala ingin serius untuk mengenal atau menggunakan linux dan opensource” ujar Gun Gun Gunawan Ketua KPLI Cianjur.
Selain itu pembicara dihadirkan pula dari Account Manager PT. Telkom yakni Ir. Achmad Zaenal dan Keynote Speech Drs. Saeful Millah, MSc Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.
Kegiatan yang berpusat di Aula SMAN 1 Cianjur ini akan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bpk. Dr. Dadang Sufianto, Drs, MM sekaligus meresmikan Launching Speedy Multi Speed Kabupaten Cianjur.
Kegiatan mengisi Hari Pendidikan Nasional ini dimeriahkan pula dengan beberapa lombas diantara Lomba Homepage, Game Online dan Cerdas Cermat Online. Tiap peserta yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK/MA akan berlomba di level Kabupaten Cianjur dan 5 terbaik akan dilombakan kembali di level Provinsi dihari yang sama sehingga memberikan motivasi bagi peserta untuk menjadi yang nomor satu.
Menindaklanjuti acara “Smart Generation Party” dalam rangka Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sesuai program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Politeknik Telkom, PT Telkom Kandatel Cianjur mengadakan kegiatan Seminar IT dan Launching Speedy Multi Speed.
Seminar dengan tema “Opensource dan Web Base Application : implementasi teknologi informasi di dunia pendidikan” akan diselenggarakan pada hari Sabtu 2 Mei 2009 di SMAN 1 Cianjur.
Pembicara dalam seminar tersebut adalah Drs. Rusmanto, MM Pemimpin Redaksi Majalah Infolinux sekaligus Sebagai Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia yang akan memberikan materi mengenai linux opensource, openoffice dan internet menggunakan linux operating system.
“Dengan keterlibatan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Cianjur, diharapkan tindaklanjut implementasi dari seminar ini lebih efektif karena peserta seminar tidak akan mengalami kebuntuan berarti dikala ingin serius untuk mengenal atau menggunakan linux dan opensource” ujar Gun Gun Gunawan Ketua KPLI Cianjur.
Selain itu pembicara dihadirkan pula dari Account Manager PT. Telkom yakni Ir. Achmad Zaenal dan Keynote Speech Drs. Saeful Millah, MSc Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.
Kegiatan yang berpusat di Aula SMAN 1 Cianjur ini akan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bpk. Dr. Dadang Sufianto, Drs, MM sekaligus meresmikan Launching Speedy Multi Speed Kabupaten Cianjur.
Kegiatan mengisi Hari Pendidikan Nasional ini dimeriahkan pula dengan beberapa lombas diantara Lomba Homepage, Game Online dan Cerdas Cermat Online. Tiap peserta yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK/MA akan berlomba di level Kabupaten Cianjur dan 5 terbaik akan dilombakan kembali di level Provinsi dihari yang sama sehingga memberikan motivasi bagi peserta untuk menjadi yang nomor satu.
Seminar Open Sourse Dan Web Base Aplication
Seminar Opensource dan Web Base Application
Menindaklanjuti acara “Smart Generation Party” dalam rangka Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sesuai program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Politeknik Telkom, PT Telkom Kandatel Cianjur mengadakan kegiatan Seminar IT dan Launching Speedy Multi Speed.
Seminar dengan tema “Opensource dan Web Base Application : implementasi teknologi informasi di dunia pendidikan” akan diselenggarakan pada hari Sabtu 2 Mei 2009 di SMAN 1 Cianjur.
Pembicara dalam seminar tersebut adalah Drs. Rusmanto, MM Pemimpin Redaksi Majalah Infolinux sekaligus Sebagai Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia yang akan memberikan materi mengenai linux opensource, openoffice dan internet menggunakan linux operating system.
“Dengan keterlibatan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Cianjur, diharapkan tindaklanjut implementasi dari seminar ini lebih efektif karena peserta seminar tidak akan mengalami kebuntuan berarti dikala ingin serius untuk mengenal atau menggunakan linux dan opensource” ujar Gun Gun Gunawan Ketua KPLI Cianjur.
Selain itu pembicara dihadirkan pula dari Account Manager PT. Telkom yakni Ir. Achmad Zaenal dan Keynote Speech Drs. Saeful Millah, MSc Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.
Kegiatan yang berpusat di Aula SMAN 1 Cianjur ini akan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bpk. Dr. Dadang Sufianto, Drs, MM sekaligus meresmikan Launching Speedy Multi Speed Kabupaten Cianjur.
Kegiatan mengisi Hari Pendidikan Nasional ini dimeriahkan pula dengan beberapa lombas diantara Lomba Homepage, Game Online dan Cerdas Cermat Online. Tiap peserta yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK/MA akan berlomba di level Kabupaten Cianjur dan 5 terbaik akan dilombakan kembali di level Provinsi dihari yang sama sehingga memberikan motivasi bagi peserta untuk menjadi yang nomor satu.
Menindaklanjuti acara “Smart Generation Party” dalam rangka Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional sesuai program yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Politeknik Telkom, PT Telkom Kandatel Cianjur mengadakan kegiatan Seminar IT dan Launching Speedy Multi Speed.
Seminar dengan tema “Opensource dan Web Base Application : implementasi teknologi informasi di dunia pendidikan” akan diselenggarakan pada hari Sabtu 2 Mei 2009 di SMAN 1 Cianjur.
Pembicara dalam seminar tersebut adalah Drs. Rusmanto, MM Pemimpin Redaksi Majalah Infolinux sekaligus Sebagai Ketua Yayasan Penggerak Linux Indonesia yang akan memberikan materi mengenai linux opensource, openoffice dan internet menggunakan linux operating system.
“Dengan keterlibatan KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) Cianjur, diharapkan tindaklanjut implementasi dari seminar ini lebih efektif karena peserta seminar tidak akan mengalami kebuntuan berarti dikala ingin serius untuk mengenal atau menggunakan linux dan opensource” ujar Gun Gun Gunawan Ketua KPLI Cianjur.
Selain itu pembicara dihadirkan pula dari Account Manager PT. Telkom yakni Ir. Achmad Zaenal dan Keynote Speech Drs. Saeful Millah, MSc Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.
Kegiatan yang berpusat di Aula SMAN 1 Cianjur ini akan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Bpk. Dr. Dadang Sufianto, Drs, MM sekaligus meresmikan Launching Speedy Multi Speed Kabupaten Cianjur.
Kegiatan mengisi Hari Pendidikan Nasional ini dimeriahkan pula dengan beberapa lombas diantara Lomba Homepage, Game Online dan Cerdas Cermat Online. Tiap peserta yang berasal dari siswa-siswi SMA/SMK/MA akan berlomba di level Kabupaten Cianjur dan 5 terbaik akan dilombakan kembali di level Provinsi dihari yang sama sehingga memberikan motivasi bagi peserta untuk menjadi yang nomor satu.
Polisi Gelar Razia
Dua perusahaan asal Jakarta dijaring pihak berwajib lantaran kedapatan menggunakan software tidak berlisensi dalam kegiatan operasionalnya. Ini merupakan razia dengan hasil barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisan RI.
Razia tersebut dilakukan terhadap perusahaan berinisial PT IT yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi di Jakarta Selatan pada akhir Februari serta PT V, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 – 13 Maret 2009.
AKBP Rusharyanto, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Mabes Polri mengatakan, dari PT IT, polisi memeriksa 833 unit komputer dan 38 unit server. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah menggunakan lebih dari 4.000 unit software.
“Namun lebih dari 3000 unit software yang digunakan di antaranya tidak berlisensi,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di restoran Sindang Reret, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Sementara itu, masih menurut Rus, dari PT V diperiksa sekitar 645 unit komputer dan 14 unit server dengan diketahui lebih dari 1000 lebih unit software bajakan yang digunakan.
“Ini merupakan hasil penindakan razia software dengan jumlah barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisian,” imbuhnya.
Sebagai barang bukti, polisi lalu menyita 10 unit komputer dari PT IT dan 24 unit komputer dari PT V. Adapun software yang paling banyak dari dua perusahaan tersebut adalah software milik Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk dan McAfee.
“Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan,” tukas Rus.
Total kerugian akibat penggunaan piranti lunak ilegal di dua perusahaan tersebut diyakini sangat besar. Bahkan menurut Kepala Perwakikan Business Software Alliance (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra, kerugian yang ditimbulkan dari PT IT bisa lebih dari US$ 1 juta. ( ash / faw )
Sumber : detikinet, 17/03/2009
Razia tersebut dilakukan terhadap perusahaan berinisial PT IT yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi di Jakarta Selatan pada akhir Februari serta PT V, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 – 13 Maret 2009.
AKBP Rusharyanto, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Mabes Polri mengatakan, dari PT IT, polisi memeriksa 833 unit komputer dan 38 unit server. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah menggunakan lebih dari 4.000 unit software.
“Namun lebih dari 3000 unit software yang digunakan di antaranya tidak berlisensi,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di restoran Sindang Reret, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Sementara itu, masih menurut Rus, dari PT V diperiksa sekitar 645 unit komputer dan 14 unit server dengan diketahui lebih dari 1000 lebih unit software bajakan yang digunakan.
“Ini merupakan hasil penindakan razia software dengan jumlah barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisian,” imbuhnya.
Sebagai barang bukti, polisi lalu menyita 10 unit komputer dari PT IT dan 24 unit komputer dari PT V. Adapun software yang paling banyak dari dua perusahaan tersebut adalah software milik Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk dan McAfee.
“Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan,” tukas Rus.
Total kerugian akibat penggunaan piranti lunak ilegal di dua perusahaan tersebut diyakini sangat besar. Bahkan menurut Kepala Perwakikan Business Software Alliance (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra, kerugian yang ditimbulkan dari PT IT bisa lebih dari US$ 1 juta. ( ash / faw )
Sumber : detikinet, 17/03/2009
Polisi Gelar Razia
Dua perusahaan asal Jakarta dijaring pihak berwajib lantaran kedapatan menggunakan software tidak berlisensi dalam kegiatan operasionalnya. Ini merupakan razia dengan hasil barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisan RI.
Razia tersebut dilakukan terhadap perusahaan berinisial PT IT yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi di Jakarta Selatan pada akhir Februari serta PT V, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 – 13 Maret 2009.
AKBP Rusharyanto, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Mabes Polri mengatakan, dari PT IT, polisi memeriksa 833 unit komputer dan 38 unit server. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah menggunakan lebih dari 4.000 unit software.
“Namun lebih dari 3000 unit software yang digunakan di antaranya tidak berlisensi,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di restoran Sindang Reret, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Sementara itu, masih menurut Rus, dari PT V diperiksa sekitar 645 unit komputer dan 14 unit server dengan diketahui lebih dari 1000 lebih unit software bajakan yang digunakan.
“Ini merupakan hasil penindakan razia software dengan jumlah barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisian,” imbuhnya.
Sebagai barang bukti, polisi lalu menyita 10 unit komputer dari PT IT dan 24 unit komputer dari PT V. Adapun software yang paling banyak dari dua perusahaan tersebut adalah software milik Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk dan McAfee.
“Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan,” tukas Rus.
Total kerugian akibat penggunaan piranti lunak ilegal di dua perusahaan tersebut diyakini sangat besar. Bahkan menurut Kepala Perwakikan Business Software Alliance (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra, kerugian yang ditimbulkan dari PT IT bisa lebih dari US$ 1 juta. ( ash / faw )
Sumber : detikinet, 17/03/2009
Razia tersebut dilakukan terhadap perusahaan berinisial PT IT yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi di Jakarta Selatan pada akhir Februari serta PT V, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat, pada 11 – 13 Maret 2009.
AKBP Rusharyanto, Penyidik Unit I Indag Direktorat II Eksus Mabes Polri mengatakan, dari PT IT, polisi memeriksa 833 unit komputer dan 38 unit server. Selain itu, perusahaan ini juga diketahui telah menggunakan lebih dari 4.000 unit software.
“Namun lebih dari 3000 unit software yang digunakan di antaranya tidak berlisensi,” ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung di restoran Sindang Reret, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Sementara itu, masih menurut Rus, dari PT V diperiksa sekitar 645 unit komputer dan 14 unit server dengan diketahui lebih dari 1000 lebih unit software bajakan yang digunakan.
“Ini merupakan hasil penindakan razia software dengan jumlah barang bukti terbesar yang pernah dilakukan kepolisian,” imbuhnya.
Sebagai barang bukti, polisi lalu menyita 10 unit komputer dari PT IT dan 24 unit komputer dari PT V. Adapun software yang paling banyak dari dua perusahaan tersebut adalah software milik Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk dan McAfee.
“Saat ini kedua perusahaan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan,” tukas Rus.
Total kerugian akibat penggunaan piranti lunak ilegal di dua perusahaan tersebut diyakini sangat besar. Bahkan menurut Kepala Perwakikan Business Software Alliance (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra, kerugian yang ditimbulkan dari PT IT bisa lebih dari US$ 1 juta. ( ash / faw )
Sumber : detikinet, 17/03/2009
Pemerintah Hungaria Mempertimbangkan Pada Perangkat Lunak Open Sourse
Pemerintah Hungaria mempertimbangkan pada perangkat lunak open source untuk institusi pendidikan
7 APRIL 2009 19 VIEWS NO COMMENT
Hungaria pemerintah yang akan mengeluarkan tender dalam beberapa hari untuk perangkat lunak untuk akuisisi beberapa institusi pendidikan dan badan-badan negara, “kata Sekretaris Ferenc Baja bertanggung jawab untuk Informasi dan Komunikasi. Menurut pejabat negara, lembaga pendidikan akan menerima 12 miliar forints, yang merupakan jumlah yang sama dapat menghabiskan waktu mereka pada produk-produk Microsoft, untuk memperoleh perangkat lunak open source.
Idenya adalah menyediakan persaingan yang adil dan untuk menarik perhatian para perusahaan open source ke dalam pemikiran. Bapak Baja mengatakan bahwa semua perangkat lunak open source pengembang dapat tawaran untuk pasokan produk; katanya, dia yakin bahwa komunitas open source dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Hungaria.
Pemerintah untuk membuka kembali “Software Kompetensi Center” inisiatif open source yang dimulai pada 2004, tetapi telah ditutup setahun kemudian.Pusat akan membantu transisi dari lembaga eksklusif untuk menggunakan perangkat lunak open source.Ia juga memberikan nasihat perusahaan kelayakan masalah, karena uang tidak akan menutup kembali biaya pelatihan karyawan yang hanya lisensi.
ada tahun 2009, kami ingin menguji air untuk melihat bagaimana lembaga menanggulangi tantangan pelaksanaan produk-produk open source.Kami berharap bahwa mereka memanfaatkan peluang-peluang baru yang ditawarkan oleh pemerintah berkata Gabor Bodi, Sekretaris Perdana Menteri kantor.
Pengembang Software mengatakan bahwa pemerintah memiliki inisiatif strategis pentingnya. Mungkin awal dari sebuah proses yang dapat memicu tindakan lebih lanjut, memberikan lebih banyak kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan perangkat lunak open source.
Pada bulan Januari, tiga perusahaan Hungaria filed keluhan dengan Komisi Eropa untuk pemerintah tidak adil dalam praktek perangkat lunak akuisisi.Menurut pernyataan perusahaan, pemerintah bias positif terhadap produk-produk Microsoft.
source : fsdaily.com
7 APRIL 2009 19 VIEWS NO COMMENT
Hungaria pemerintah yang akan mengeluarkan tender dalam beberapa hari untuk perangkat lunak untuk akuisisi beberapa institusi pendidikan dan badan-badan negara, “kata Sekretaris Ferenc Baja bertanggung jawab untuk Informasi dan Komunikasi. Menurut pejabat negara, lembaga pendidikan akan menerima 12 miliar forints, yang merupakan jumlah yang sama dapat menghabiskan waktu mereka pada produk-produk Microsoft, untuk memperoleh perangkat lunak open source.
Idenya adalah menyediakan persaingan yang adil dan untuk menarik perhatian para perusahaan open source ke dalam pemikiran. Bapak Baja mengatakan bahwa semua perangkat lunak open source pengembang dapat tawaran untuk pasokan produk; katanya, dia yakin bahwa komunitas open source dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Hungaria.
Pemerintah untuk membuka kembali “Software Kompetensi Center” inisiatif open source yang dimulai pada 2004, tetapi telah ditutup setahun kemudian.Pusat akan membantu transisi dari lembaga eksklusif untuk menggunakan perangkat lunak open source.Ia juga memberikan nasihat perusahaan kelayakan masalah, karena uang tidak akan menutup kembali biaya pelatihan karyawan yang hanya lisensi.
ada tahun 2009, kami ingin menguji air untuk melihat bagaimana lembaga menanggulangi tantangan pelaksanaan produk-produk open source.Kami berharap bahwa mereka memanfaatkan peluang-peluang baru yang ditawarkan oleh pemerintah berkata Gabor Bodi, Sekretaris Perdana Menteri kantor.
Pengembang Software mengatakan bahwa pemerintah memiliki inisiatif strategis pentingnya. Mungkin awal dari sebuah proses yang dapat memicu tindakan lebih lanjut, memberikan lebih banyak kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan perangkat lunak open source.
Pada bulan Januari, tiga perusahaan Hungaria filed keluhan dengan Komisi Eropa untuk pemerintah tidak adil dalam praktek perangkat lunak akuisisi.Menurut pernyataan perusahaan, pemerintah bias positif terhadap produk-produk Microsoft.
source : fsdaily.com
Pemerintah Hungaria Mempertimbangkan Pada Perangkat Lunak Open Sourse
Pemerintah Hungaria mempertimbangkan pada perangkat lunak open source untuk institusi pendidikan
7 APRIL 2009 19 VIEWS NO COMMENT
Hungaria pemerintah yang akan mengeluarkan tender dalam beberapa hari untuk perangkat lunak untuk akuisisi beberapa institusi pendidikan dan badan-badan negara, “kata Sekretaris Ferenc Baja bertanggung jawab untuk Informasi dan Komunikasi. Menurut pejabat negara, lembaga pendidikan akan menerima 12 miliar forints, yang merupakan jumlah yang sama dapat menghabiskan waktu mereka pada produk-produk Microsoft, untuk memperoleh perangkat lunak open source.
Idenya adalah menyediakan persaingan yang adil dan untuk menarik perhatian para perusahaan open source ke dalam pemikiran. Bapak Baja mengatakan bahwa semua perangkat lunak open source pengembang dapat tawaran untuk pasokan produk; katanya, dia yakin bahwa komunitas open source dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Hungaria.
Pemerintah untuk membuka kembali “Software Kompetensi Center” inisiatif open source yang dimulai pada 2004, tetapi telah ditutup setahun kemudian.Pusat akan membantu transisi dari lembaga eksklusif untuk menggunakan perangkat lunak open source.Ia juga memberikan nasihat perusahaan kelayakan masalah, karena uang tidak akan menutup kembali biaya pelatihan karyawan yang hanya lisensi.
ada tahun 2009, kami ingin menguji air untuk melihat bagaimana lembaga menanggulangi tantangan pelaksanaan produk-produk open source.Kami berharap bahwa mereka memanfaatkan peluang-peluang baru yang ditawarkan oleh pemerintah berkata Gabor Bodi, Sekretaris Perdana Menteri kantor.
Pengembang Software mengatakan bahwa pemerintah memiliki inisiatif strategis pentingnya. Mungkin awal dari sebuah proses yang dapat memicu tindakan lebih lanjut, memberikan lebih banyak kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan perangkat lunak open source.
Pada bulan Januari, tiga perusahaan Hungaria filed keluhan dengan Komisi Eropa untuk pemerintah tidak adil dalam praktek perangkat lunak akuisisi.Menurut pernyataan perusahaan, pemerintah bias positif terhadap produk-produk Microsoft.
source : fsdaily.com
7 APRIL 2009 19 VIEWS NO COMMENT
Hungaria pemerintah yang akan mengeluarkan tender dalam beberapa hari untuk perangkat lunak untuk akuisisi beberapa institusi pendidikan dan badan-badan negara, “kata Sekretaris Ferenc Baja bertanggung jawab untuk Informasi dan Komunikasi. Menurut pejabat negara, lembaga pendidikan akan menerima 12 miliar forints, yang merupakan jumlah yang sama dapat menghabiskan waktu mereka pada produk-produk Microsoft, untuk memperoleh perangkat lunak open source.
Idenya adalah menyediakan persaingan yang adil dan untuk menarik perhatian para perusahaan open source ke dalam pemikiran. Bapak Baja mengatakan bahwa semua perangkat lunak open source pengembang dapat tawaran untuk pasokan produk; katanya, dia yakin bahwa komunitas open source dapat memenuhi kebutuhan perusahaan Hungaria.
Pemerintah untuk membuka kembali “Software Kompetensi Center” inisiatif open source yang dimulai pada 2004, tetapi telah ditutup setahun kemudian.Pusat akan membantu transisi dari lembaga eksklusif untuk menggunakan perangkat lunak open source.Ia juga memberikan nasihat perusahaan kelayakan masalah, karena uang tidak akan menutup kembali biaya pelatihan karyawan yang hanya lisensi.
ada tahun 2009, kami ingin menguji air untuk melihat bagaimana lembaga menanggulangi tantangan pelaksanaan produk-produk open source.Kami berharap bahwa mereka memanfaatkan peluang-peluang baru yang ditawarkan oleh pemerintah berkata Gabor Bodi, Sekretaris Perdana Menteri kantor.
Pengembang Software mengatakan bahwa pemerintah memiliki inisiatif strategis pentingnya. Mungkin awal dari sebuah proses yang dapat memicu tindakan lebih lanjut, memberikan lebih banyak kemungkinan bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan perangkat lunak open source.
Pada bulan Januari, tiga perusahaan Hungaria filed keluhan dengan Komisi Eropa untuk pemerintah tidak adil dalam praktek perangkat lunak akuisisi.Menurut pernyataan perusahaan, pemerintah bias positif terhadap produk-produk Microsoft.
source : fsdaily.com
Guru Sukwan Belum Rasakan Manfaat PGRI
Guru Sukwan Belum Rasakan Manfaat PGRI
16 MARCH 2009 33 VIEWS ONE COMMENT
Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. Cianjur yang baru akan ditentukan pada musyawarah cabang (muscab) yang akan diberlangsung di Hotel Setia Pacet Cianjur, Jumat (27/2) hingga hari Sabtu (28/2). Sejumlah guru menilai keberadaan PGRI di Cianjur selama ini masih belum banyak dirasakan manfaatnya terutama oleh para guru sukarelawan (sukwan) yang digaji honorer oleh tiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.
“Saya yang di daerah sangat merasakan sekali kurangnya perhatian pengurus PGRI Cianjur terhadap para guru sukwan. Tampaknya PGRI hanyalah organisasi bagi guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil,“ papar Yaya Kuswaya (32) guru sukwan yang bertugas di SDN Cikupa Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur ketika dijumpai di kantor Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Kamis (26/2).
Yaya menilai kegiatan PGRI selama ini hanya bersifat seremonial seperti mengikuti upacara bendera, kegiatan seni, olahraga dan sejenisnya. “ Di tengah kondisi bangsa yang tengah didera berbagai masalah, semestinya PGRI menjadi sarana perjuangan guru dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya, terutama kami para guru sukwan. Misalnya dengan berupaya agar dipermudah mendapat tunjangan daerah atau pengusulan menjadi pegawai negeri sipil,“ ujar Yaya yang juga menjadi guru Sukwan di SMPN Cidaun.
Hal serupa diungkapkan Drs. Ubaidillah Sofyan (47) guru sukwan di SMKN 1 Kec. Cilaku Cianjur. Dia mengharapkan, agar PGRI kembali kepada konsep awalnya sebagai organisasi profesi para guru, yang menyuarakan amanah penderitaan para guru. “Iuran PGRI selalu dikutip tiap bulannya, semestinya bukan hanya digunakan untuk membangun gedung-gedung PGRI akan tetapi digunakan pula untuk kegiatan yang lebih urgen mengangkat harkat martabat guru agar sejajar dengan organisasi profesi lainnya. Selain itu PGRI adalah organisasai guru, tidak hanya guru sekolah dasar, akan tetapi guru SMP dan SMA juga,” katanya.
Sedangkan menurut Djadjang Sofwan Haris Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, keberadaan PGRI masih diperlukan. “Harapan saya PGRI kembali kepada khitahnya, sebagai organisasi profesi dan wadah perjuangan. Dan menjadi mitra pemerintah dalam upaya mengembangkan sosok guru sebagai pekerja profesi. Lahirya ketentuan sertifikasi itu merupakan perjuangan PGRI secara nasional yang monumental dan harus diikuti oleh kebijakan lainnya. PGRI juga harus bisa mengakomodir seluruh anggotanya, tidak hanya terkesan hanya bagi guru
pegawai negeri sipil, akan tetapi bisa melibatkan pula guru sukwan,“ katanya. (G-28/A-147)***
Sumber : PikiranRakyat.com Kamis, 26 Februari 2009 (ilustrasi : indonesianic.files.wordpress.com)
16 MARCH 2009 33 VIEWS ONE COMMENT
Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. Cianjur yang baru akan ditentukan pada musyawarah cabang (muscab) yang akan diberlangsung di Hotel Setia Pacet Cianjur, Jumat (27/2) hingga hari Sabtu (28/2). Sejumlah guru menilai keberadaan PGRI di Cianjur selama ini masih belum banyak dirasakan manfaatnya terutama oleh para guru sukarelawan (sukwan) yang digaji honorer oleh tiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.
“Saya yang di daerah sangat merasakan sekali kurangnya perhatian pengurus PGRI Cianjur terhadap para guru sukwan. Tampaknya PGRI hanyalah organisasi bagi guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil,“ papar Yaya Kuswaya (32) guru sukwan yang bertugas di SDN Cikupa Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur ketika dijumpai di kantor Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Kamis (26/2).
Yaya menilai kegiatan PGRI selama ini hanya bersifat seremonial seperti mengikuti upacara bendera, kegiatan seni, olahraga dan sejenisnya. “ Di tengah kondisi bangsa yang tengah didera berbagai masalah, semestinya PGRI menjadi sarana perjuangan guru dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya, terutama kami para guru sukwan. Misalnya dengan berupaya agar dipermudah mendapat tunjangan daerah atau pengusulan menjadi pegawai negeri sipil,“ ujar Yaya yang juga menjadi guru Sukwan di SMPN Cidaun.
Hal serupa diungkapkan Drs. Ubaidillah Sofyan (47) guru sukwan di SMKN 1 Kec. Cilaku Cianjur. Dia mengharapkan, agar PGRI kembali kepada konsep awalnya sebagai organisasi profesi para guru, yang menyuarakan amanah penderitaan para guru. “Iuran PGRI selalu dikutip tiap bulannya, semestinya bukan hanya digunakan untuk membangun gedung-gedung PGRI akan tetapi digunakan pula untuk kegiatan yang lebih urgen mengangkat harkat martabat guru agar sejajar dengan organisasi profesi lainnya. Selain itu PGRI adalah organisasai guru, tidak hanya guru sekolah dasar, akan tetapi guru SMP dan SMA juga,” katanya.
Sedangkan menurut Djadjang Sofwan Haris Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, keberadaan PGRI masih diperlukan. “Harapan saya PGRI kembali kepada khitahnya, sebagai organisasi profesi dan wadah perjuangan. Dan menjadi mitra pemerintah dalam upaya mengembangkan sosok guru sebagai pekerja profesi. Lahirya ketentuan sertifikasi itu merupakan perjuangan PGRI secara nasional yang monumental dan harus diikuti oleh kebijakan lainnya. PGRI juga harus bisa mengakomodir seluruh anggotanya, tidak hanya terkesan hanya bagi guru
pegawai negeri sipil, akan tetapi bisa melibatkan pula guru sukwan,“ katanya. (G-28/A-147)***
Sumber : PikiranRakyat.com Kamis, 26 Februari 2009 (ilustrasi : indonesianic.files.wordpress.com)
Guru Sukwan Belum Rasakan Manfaat PGRI
Guru Sukwan Belum Rasakan Manfaat PGRI
16 MARCH 2009 33 VIEWS ONE COMMENT
Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. Cianjur yang baru akan ditentukan pada musyawarah cabang (muscab) yang akan diberlangsung di Hotel Setia Pacet Cianjur, Jumat (27/2) hingga hari Sabtu (28/2). Sejumlah guru menilai keberadaan PGRI di Cianjur selama ini masih belum banyak dirasakan manfaatnya terutama oleh para guru sukarelawan (sukwan) yang digaji honorer oleh tiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.
“Saya yang di daerah sangat merasakan sekali kurangnya perhatian pengurus PGRI Cianjur terhadap para guru sukwan. Tampaknya PGRI hanyalah organisasi bagi guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil,“ papar Yaya Kuswaya (32) guru sukwan yang bertugas di SDN Cikupa Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur ketika dijumpai di kantor Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Kamis (26/2).
Yaya menilai kegiatan PGRI selama ini hanya bersifat seremonial seperti mengikuti upacara bendera, kegiatan seni, olahraga dan sejenisnya. “ Di tengah kondisi bangsa yang tengah didera berbagai masalah, semestinya PGRI menjadi sarana perjuangan guru dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya, terutama kami para guru sukwan. Misalnya dengan berupaya agar dipermudah mendapat tunjangan daerah atau pengusulan menjadi pegawai negeri sipil,“ ujar Yaya yang juga menjadi guru Sukwan di SMPN Cidaun.
Hal serupa diungkapkan Drs. Ubaidillah Sofyan (47) guru sukwan di SMKN 1 Kec. Cilaku Cianjur. Dia mengharapkan, agar PGRI kembali kepada konsep awalnya sebagai organisasi profesi para guru, yang menyuarakan amanah penderitaan para guru. “Iuran PGRI selalu dikutip tiap bulannya, semestinya bukan hanya digunakan untuk membangun gedung-gedung PGRI akan tetapi digunakan pula untuk kegiatan yang lebih urgen mengangkat harkat martabat guru agar sejajar dengan organisasi profesi lainnya. Selain itu PGRI adalah organisasai guru, tidak hanya guru sekolah dasar, akan tetapi guru SMP dan SMA juga,” katanya.
Sedangkan menurut Djadjang Sofwan Haris Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, keberadaan PGRI masih diperlukan. “Harapan saya PGRI kembali kepada khitahnya, sebagai organisasi profesi dan wadah perjuangan. Dan menjadi mitra pemerintah dalam upaya mengembangkan sosok guru sebagai pekerja profesi. Lahirya ketentuan sertifikasi itu merupakan perjuangan PGRI secara nasional yang monumental dan harus diikuti oleh kebijakan lainnya. PGRI juga harus bisa mengakomodir seluruh anggotanya, tidak hanya terkesan hanya bagi guru
pegawai negeri sipil, akan tetapi bisa melibatkan pula guru sukwan,“ katanya. (G-28/A-147)***
Sumber : PikiranRakyat.com Kamis, 26 Februari 2009 (ilustrasi : indonesianic.files.wordpress.com)
16 MARCH 2009 33 VIEWS ONE COMMENT
Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kab. Cianjur yang baru akan ditentukan pada musyawarah cabang (muscab) yang akan diberlangsung di Hotel Setia Pacet Cianjur, Jumat (27/2) hingga hari Sabtu (28/2). Sejumlah guru menilai keberadaan PGRI di Cianjur selama ini masih belum banyak dirasakan manfaatnya terutama oleh para guru sukarelawan (sukwan) yang digaji honorer oleh tiap sekolah mulai dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan.
“Saya yang di daerah sangat merasakan sekali kurangnya perhatian pengurus PGRI Cianjur terhadap para guru sukwan. Tampaknya PGRI hanyalah organisasi bagi guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil,“ papar Yaya Kuswaya (32) guru sukwan yang bertugas di SDN Cikupa Desa Puncak Baru Kec. Cidaun Kab. Cianjur ketika dijumpai di kantor Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Kamis (26/2).
Yaya menilai kegiatan PGRI selama ini hanya bersifat seremonial seperti mengikuti upacara bendera, kegiatan seni, olahraga dan sejenisnya. “ Di tengah kondisi bangsa yang tengah didera berbagai masalah, semestinya PGRI menjadi sarana perjuangan guru dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya, terutama kami para guru sukwan. Misalnya dengan berupaya agar dipermudah mendapat tunjangan daerah atau pengusulan menjadi pegawai negeri sipil,“ ujar Yaya yang juga menjadi guru Sukwan di SMPN Cidaun.
Hal serupa diungkapkan Drs. Ubaidillah Sofyan (47) guru sukwan di SMKN 1 Kec. Cilaku Cianjur. Dia mengharapkan, agar PGRI kembali kepada konsep awalnya sebagai organisasi profesi para guru, yang menyuarakan amanah penderitaan para guru. “Iuran PGRI selalu dikutip tiap bulannya, semestinya bukan hanya digunakan untuk membangun gedung-gedung PGRI akan tetapi digunakan pula untuk kegiatan yang lebih urgen mengangkat harkat martabat guru agar sejajar dengan organisasi profesi lainnya. Selain itu PGRI adalah organisasai guru, tidak hanya guru sekolah dasar, akan tetapi guru SMP dan SMA juga,” katanya.
Sedangkan menurut Djadjang Sofwan Haris Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, keberadaan PGRI masih diperlukan. “Harapan saya PGRI kembali kepada khitahnya, sebagai organisasi profesi dan wadah perjuangan. Dan menjadi mitra pemerintah dalam upaya mengembangkan sosok guru sebagai pekerja profesi. Lahirya ketentuan sertifikasi itu merupakan perjuangan PGRI secara nasional yang monumental dan harus diikuti oleh kebijakan lainnya. PGRI juga harus bisa mengakomodir seluruh anggotanya, tidak hanya terkesan hanya bagi guru
pegawai negeri sipil, akan tetapi bisa melibatkan pula guru sukwan,“ katanya. (G-28/A-147)***
Sumber : PikiranRakyat.com Kamis, 26 Februari 2009 (ilustrasi : indonesianic.files.wordpress.com)
Ganesha Digital Library
Ganesha Digital Library 4.2
14 FEBRUARY 2009 206 VIEWS 2 COMMENTS
GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia
GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.
Pertimbangan dalam pengembangan
Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).
Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.
Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).
Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).
GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
Correctness
GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.
Reliability
Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.
Efficiency
GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.
Integrity
GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.
Usability
Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.
Maintainability
GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.
Flexibility
Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.
Testability
Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.
Portability
GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.
Reusability
Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.
Interoperability
Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).
Modularity
GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.
Traceability
Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh program.
Documentation
Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.
14 FEBRUARY 2009 206 VIEWS 2 COMMENTS
GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia
GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.
Pertimbangan dalam pengembangan
Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).
Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.
Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).
Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).
GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
Correctness
GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.
Reliability
Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.
Efficiency
GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.
Integrity
GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.
Usability
Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.
Maintainability
GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.
Flexibility
Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.
Testability
Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.
Portability
GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.
Reusability
Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.
Interoperability
Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).
Modularity
GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.
Traceability
Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh program.
Documentation
Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.
Ganesha Digital Library
Ganesha Digital Library 4.2
14 FEBRUARY 2009 206 VIEWS 2 COMMENTS
GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia
GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.
Pertimbangan dalam pengembangan
Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).
Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.
Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).
Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).
GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
Correctness
GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.
Reliability
Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.
Efficiency
GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.
Integrity
GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.
Usability
Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.
Maintainability
GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.
Flexibility
Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.
Testability
Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.
Portability
GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.
Reusability
Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.
Interoperability
Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).
Modularity
GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.
Traceability
Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh program.
Documentation
Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.
14 FEBRUARY 2009 206 VIEWS 2 COMMENTS
GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia
GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.
Pertimbangan dalam pengembangan
Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).
Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.
Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).
Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).
GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
Correctness
GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.
Reliability
Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.
Efficiency
GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.
Integrity
GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.
Usability
Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.
Maintainability
GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.
Flexibility
Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.
Testability
Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.
Portability
GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.
Reusability
Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.
Interoperability
Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).
Modularity
GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.
Traceability
Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh program.
Documentation
Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.
Ukuran Sepatu
Sepatu adalah suatu jenis alas kaki (footwear) yang biasanya terdiri bagian-bagian sol, hak, kap, tali, dan lidah. Pengelompokkan sepatu biasanya dilakukan berdasarkan fungsinya, seperti sepatu resmi (pesta), sepatu santai (kasual), sepatu dansa, sepatu olah raga, dan sepatu kerja. Satuan untuk ukuran sepatu mengikuti beberapa standar dan berbeda di bagian-bagian dunia. Pengukuran ukuran sepatu seseorang biasanya dilakukan dengan menggunakan peranti Brannock.
Ragam Sistem Ukuran Sepatu
Ketika sedang mencari sepatu, jamak kita ditanya, "Mau nyari yang nomor berapa?". Nomor di sini mengacu ke ukuran panjang telapak kaki. Standar yang umum dipakai di Indonesia adalah sistem Prancis, yang dipakai hampir di seluruh dunia. Namun, coba perhatikan keterangan ukuran yang biasanya terletak di lidah sepatu. Di situ biasanya ditulis tidak hanya satu jenis ukuran.
Setidaknya ada enam sistem ukuran sepatu. Selain Prancis tadi, ada Inggris (Eropa), Amerika, Mondopoint, Centimeter, serta Indonesia.
Sistem Indonesia?
Ya! Indonesia memiliki sistem sendiri, menggunakan satuan mm. Untuk anak-anak rentangnya 93 sampai dengan 213, dewasa antara 220 dan 307. Sayangnya, interval yang digunakan tidak tepat.
Sistem Prancis merupakan sistem yang populer. Dikenal pula dengan nama Paris Stick (PS) sebab satuan yang digunakan ya Paris Stick. 1 PS = 2/3 cm. Penomorannya dimulai dari nomor 1 (=0,666 cm) sampai nomor 50 (=33,333 cm atau 13 inchi). Sayangnya tidak ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Untuk memudahkannya, anak-anak dan remaja ukurannya no. 14 - 35, sementara dewasa mulai 36 - 50.
Sistem Inggris menggunakan inchi sebagai satuannya. Ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Juga ada ukuran tengah. Untuk anak-anak, nomornya 0 - 13 dengan interval 1/3 inchi. Nomor 0 = 4 inchi. Untuk ukuran tengah intervalnya 1/6 inchi. Sedangkan untuk dewasa dimulai dari nomor 1 sampai 12 dengan interval 1/3 inchi. Nomor 1 = 8 2/3 inchi. Ukuran tengahnya berinterval 2/6 inchi. Sistem ini bisa membingungkan sebab ukuran anak dan dewasa hampir mirip. Sistem Inggris dipakai di kawasan Eropa.
Sistem Amerika juga menggunakan satuan inchi. Ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Juga ada ukuran tengahnya. Ukuran anak-anak dimulai dari 0 - 13, de-ngan 0 = 3 11/12 inchi dan intervalnya 1/3 inchi. Untuk de-wasa nomor 1 - 12, dengan 1 = 8 7/12 inchi dengan interval 1/3 inchi. Untuk ukuran tengah, intervalnya 1/6 inchi.
Sistem Mondopoint sebenarnya diharapkan menjadi ukuran standar internasional karena diajukan oleh International Standart Organization (ISO). Satuan yang digunakan mm. Beda dengan yang lain, sistem ini menggunakan dua angka. Misalnya 240/95. Agka pertama menunjukkan ukuran panjang telapak kaki (240 mm), sedangkan angka kedua merupakan indeks ukuran lebar atau gemurnya tapi dalam bentuk persentase (95% x 240 mm = 228 mm).
Sistem Centimeter jarang digunakan. Satuan yang dipakai tentunya cm. Tidak ada pembagian yang jelas antara ukuran anak dan dewasa. Ukuran dimulai dari nomor 12 - 30. Memakai ukuran tengah juga dan tiap nomor intervalnya 1 cm.
Sumber : id.wikipedia.org
Sepatu adalah suatu jenis alas kaki (footwear) yang biasanya terdiri bagian-bagian sol, hak, kap, tali, dan lidah. Pengelompokkan sepatu biasanya dilakukan berdasarkan fungsinya, seperti sepatu resmi (pesta), sepatu santai (kasual), sepatu dansa, sepatu olah raga, dan sepatu kerja. Satuan untuk ukuran sepatu mengikuti beberapa standar dan berbeda di bagian-bagian dunia. Pengukuran ukuran sepatu seseorang biasanya dilakukan dengan menggunakan peranti Brannock.
Ragam Sistem Ukuran Sepatu
Ketika sedang mencari sepatu, jamak kita ditanya, "Mau nyari yang nomor berapa?". Nomor di sini mengacu ke ukuran panjang telapak kaki. Standar yang umum dipakai di Indonesia adalah sistem Prancis, yang dipakai hampir di seluruh dunia. Namun, coba perhatikan keterangan ukuran yang biasanya terletak di lidah sepatu. Di situ biasanya ditulis tidak hanya satu jenis ukuran.
Setidaknya ada enam sistem ukuran sepatu. Selain Prancis tadi, ada Inggris (Eropa), Amerika, Mondopoint, Centimeter, serta Indonesia.
Sistem Indonesia?
Ya! Indonesia memiliki sistem sendiri, menggunakan satuan mm. Untuk anak-anak rentangnya 93 sampai dengan 213, dewasa antara 220 dan 307. Sayangnya, interval yang digunakan tidak tepat.
Sistem Prancis merupakan sistem yang populer. Dikenal pula dengan nama Paris Stick (PS) sebab satuan yang digunakan ya Paris Stick. 1 PS = 2/3 cm. Penomorannya dimulai dari nomor 1 (=0,666 cm) sampai nomor 50 (=33,333 cm atau 13 inchi). Sayangnya tidak ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Untuk memudahkannya, anak-anak dan remaja ukurannya no. 14 - 35, sementara dewasa mulai 36 - 50.
Sistem Inggris menggunakan inchi sebagai satuannya. Ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Juga ada ukuran tengah. Untuk anak-anak, nomornya 0 - 13 dengan interval 1/3 inchi. Nomor 0 = 4 inchi. Untuk ukuran tengah intervalnya 1/6 inchi. Sedangkan untuk dewasa dimulai dari nomor 1 sampai 12 dengan interval 1/3 inchi. Nomor 1 = 8 2/3 inchi. Ukuran tengahnya berinterval 2/6 inchi. Sistem ini bisa membingungkan sebab ukuran anak dan dewasa hampir mirip. Sistem Inggris dipakai di kawasan Eropa.
Sistem Amerika juga menggunakan satuan inchi. Ada pembagian yang jelas antara ukuran anak-anak dan dewasa. Juga ada ukuran tengahnya. Ukuran anak-anak dimulai dari 0 - 13, de-ngan 0 = 3 11/12 inchi dan intervalnya 1/3 inchi. Untuk de-wasa nomor 1 - 12, dengan 1 = 8 7/12 inchi dengan interval 1/3 inchi. Untuk ukuran tengah, intervalnya 1/6 inchi.
Sistem Mondopoint sebenarnya diharapkan menjadi ukuran standar internasional karena diajukan oleh International Standart Organization (ISO). Satuan yang digunakan mm. Beda dengan yang lain, sistem ini menggunakan dua angka. Misalnya 240/95. Agka pertama menunjukkan ukuran panjang telapak kaki (240 mm), sedangkan angka kedua merupakan indeks ukuran lebar atau gemurnya tapi dalam bentuk persentase (95% x 240 mm = 228 mm).
Sistem Centimeter jarang digunakan. Satuan yang dipakai tentunya cm. Tidak ada pembagian yang jelas antara ukuran anak dan dewasa. Ukuran dimulai dari nomor 12 - 30. Memakai ukuran tengah juga dan tiap nomor intervalnya 1 cm.
Sumber : id.wikipedia.org
MATA UANG ASING
MATA UANG ASING
Nov 18, 2007 at 07:00 AM
Uang yang kamu pakai hanya berlaku di Indonesia, kamu hanya bisa menggunakan uang kamu hanya di Indonesia, begitu juga orang dari luar negeri sana, jika mereka berkunjung ke negara kita, mereka tidak bisa menggunakan uang di negara asal mereka. Lalu gimana caranya kita bisa berbelanja jika kita kebetulan ke negeri orang? Atau gimana cara turis-turis itu berbelanja di negeri kita?
Kita ketahui bersama bahwa sebelum ada uang, orang melakukan ”jual-beli” dengan sistem BARTER, yaitu dengan menukarkan satu barang dengan jenis barang lain yang mereka sepakati memiliki nilai yang sama. Namun cara seperti itu dirasa kurang praktis, sehingga akhirnya muncul lah sistem pembayaran dengan mata uang.
Tiap-tiap negara memiliki ”nilai” tersendiri dalam menentukan nilai mata uangnya, itulah yang menyebabkan mata uang satu negara hanya berlaku di negara tersebut. Misal Indonesia mata uangnya Rupiah, Inggris-Poundsterling, Amerika-US Dollar, negara eropa- Euro, dan sebagainya. Perbedaan nilai antara mata uang tersebut disebut KURS
Sejarah pertukaran mata uang sendiri dimulai sejak munculnya mata uang itu sendiri, pada mulanya tiap negara menggunakan standar EMAS untuk menjamin ketersediaan uang di negaranya. Sistem ini berlaku hingga Pecah perang Dunia I. Lalu atas prakarsa Amerika serikat diadakanlah pertemuan moneter dunia yaitu The Bretton Woods Conference pada tahun 1944 (dihadiri 44 negara). Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa mata tiap negara menentukan nilai mata uangnya mengacu kepada dollar Amerika.
Sistem tersebut berubah lagi pada tahun 1971, diberlakukan sistem nilai tukat mengambang, jadi tidak harus mengacu kepada dollar Amerika.
Misal kamu ingin ke Singapura, maka kamu bisa menukarkan uang Rupah kamu dengan uang dollar Singapura di tempat bank atau tempat penukaran uang ”money changer”, disana kamu bisa melihat berapa nilai tukar yang berlaku untuk tiap-tiap negara.
Nah adakah diantara kamu yang gemar mengkoleksi mata uang dari negara lain? Menarik juga lho.***
(dari berbagai sumber)
Nov 18, 2007 at 07:00 AM
Uang yang kamu pakai hanya berlaku di Indonesia, kamu hanya bisa menggunakan uang kamu hanya di Indonesia, begitu juga orang dari luar negeri sana, jika mereka berkunjung ke negara kita, mereka tidak bisa menggunakan uang di negara asal mereka. Lalu gimana caranya kita bisa berbelanja jika kita kebetulan ke negeri orang? Atau gimana cara turis-turis itu berbelanja di negeri kita?
Kita ketahui bersama bahwa sebelum ada uang, orang melakukan ”jual-beli” dengan sistem BARTER, yaitu dengan menukarkan satu barang dengan jenis barang lain yang mereka sepakati memiliki nilai yang sama. Namun cara seperti itu dirasa kurang praktis, sehingga akhirnya muncul lah sistem pembayaran dengan mata uang.
Tiap-tiap negara memiliki ”nilai” tersendiri dalam menentukan nilai mata uangnya, itulah yang menyebabkan mata uang satu negara hanya berlaku di negara tersebut. Misal Indonesia mata uangnya Rupiah, Inggris-Poundsterling, Amerika-US Dollar, negara eropa- Euro, dan sebagainya. Perbedaan nilai antara mata uang tersebut disebut KURS
Sejarah pertukaran mata uang sendiri dimulai sejak munculnya mata uang itu sendiri, pada mulanya tiap negara menggunakan standar EMAS untuk menjamin ketersediaan uang di negaranya. Sistem ini berlaku hingga Pecah perang Dunia I. Lalu atas prakarsa Amerika serikat diadakanlah pertemuan moneter dunia yaitu The Bretton Woods Conference pada tahun 1944 (dihadiri 44 negara). Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa mata tiap negara menentukan nilai mata uangnya mengacu kepada dollar Amerika.
Sistem tersebut berubah lagi pada tahun 1971, diberlakukan sistem nilai tukat mengambang, jadi tidak harus mengacu kepada dollar Amerika.
Misal kamu ingin ke Singapura, maka kamu bisa menukarkan uang Rupah kamu dengan uang dollar Singapura di tempat bank atau tempat penukaran uang ”money changer”, disana kamu bisa melihat berapa nilai tukar yang berlaku untuk tiap-tiap negara.
Nah adakah diantara kamu yang gemar mengkoleksi mata uang dari negara lain? Menarik juga lho.***
(dari berbagai sumber)
MATA UANG ASING
MATA UANG ASING
Nov 18, 2007 at 07:00 AM
Uang yang kamu pakai hanya berlaku di Indonesia, kamu hanya bisa menggunakan uang kamu hanya di Indonesia, begitu juga orang dari luar negeri sana, jika mereka berkunjung ke negara kita, mereka tidak bisa menggunakan uang di negara asal mereka. Lalu gimana caranya kita bisa berbelanja jika kita kebetulan ke negeri orang? Atau gimana cara turis-turis itu berbelanja di negeri kita?
Kita ketahui bersama bahwa sebelum ada uang, orang melakukan ”jual-beli” dengan sistem BARTER, yaitu dengan menukarkan satu barang dengan jenis barang lain yang mereka sepakati memiliki nilai yang sama. Namun cara seperti itu dirasa kurang praktis, sehingga akhirnya muncul lah sistem pembayaran dengan mata uang.
Tiap-tiap negara memiliki ”nilai” tersendiri dalam menentukan nilai mata uangnya, itulah yang menyebabkan mata uang satu negara hanya berlaku di negara tersebut. Misal Indonesia mata uangnya Rupiah, Inggris-Poundsterling, Amerika-US Dollar, negara eropa- Euro, dan sebagainya. Perbedaan nilai antara mata uang tersebut disebut KURS
Sejarah pertukaran mata uang sendiri dimulai sejak munculnya mata uang itu sendiri, pada mulanya tiap negara menggunakan standar EMAS untuk menjamin ketersediaan uang di negaranya. Sistem ini berlaku hingga Pecah perang Dunia I. Lalu atas prakarsa Amerika serikat diadakanlah pertemuan moneter dunia yaitu The Bretton Woods Conference pada tahun 1944 (dihadiri 44 negara). Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa mata tiap negara menentukan nilai mata uangnya mengacu kepada dollar Amerika.
Sistem tersebut berubah lagi pada tahun 1971, diberlakukan sistem nilai tukat mengambang, jadi tidak harus mengacu kepada dollar Amerika.
Misal kamu ingin ke Singapura, maka kamu bisa menukarkan uang Rupah kamu dengan uang dollar Singapura di tempat bank atau tempat penukaran uang ”money changer”, disana kamu bisa melihat berapa nilai tukar yang berlaku untuk tiap-tiap negara.
Nah adakah diantara kamu yang gemar mengkoleksi mata uang dari negara lain? Menarik juga lho.***
(dari berbagai sumber)
Nov 18, 2007 at 07:00 AM
Uang yang kamu pakai hanya berlaku di Indonesia, kamu hanya bisa menggunakan uang kamu hanya di Indonesia, begitu juga orang dari luar negeri sana, jika mereka berkunjung ke negara kita, mereka tidak bisa menggunakan uang di negara asal mereka. Lalu gimana caranya kita bisa berbelanja jika kita kebetulan ke negeri orang? Atau gimana cara turis-turis itu berbelanja di negeri kita?
Kita ketahui bersama bahwa sebelum ada uang, orang melakukan ”jual-beli” dengan sistem BARTER, yaitu dengan menukarkan satu barang dengan jenis barang lain yang mereka sepakati memiliki nilai yang sama. Namun cara seperti itu dirasa kurang praktis, sehingga akhirnya muncul lah sistem pembayaran dengan mata uang.
Tiap-tiap negara memiliki ”nilai” tersendiri dalam menentukan nilai mata uangnya, itulah yang menyebabkan mata uang satu negara hanya berlaku di negara tersebut. Misal Indonesia mata uangnya Rupiah, Inggris-Poundsterling, Amerika-US Dollar, negara eropa- Euro, dan sebagainya. Perbedaan nilai antara mata uang tersebut disebut KURS
Sejarah pertukaran mata uang sendiri dimulai sejak munculnya mata uang itu sendiri, pada mulanya tiap negara menggunakan standar EMAS untuk menjamin ketersediaan uang di negaranya. Sistem ini berlaku hingga Pecah perang Dunia I. Lalu atas prakarsa Amerika serikat diadakanlah pertemuan moneter dunia yaitu The Bretton Woods Conference pada tahun 1944 (dihadiri 44 negara). Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa mata tiap negara menentukan nilai mata uangnya mengacu kepada dollar Amerika.
Sistem tersebut berubah lagi pada tahun 1971, diberlakukan sistem nilai tukat mengambang, jadi tidak harus mengacu kepada dollar Amerika.
Misal kamu ingin ke Singapura, maka kamu bisa menukarkan uang Rupah kamu dengan uang dollar Singapura di tempat bank atau tempat penukaran uang ”money changer”, disana kamu bisa melihat berapa nilai tukar yang berlaku untuk tiap-tiap negara.
Nah adakah diantara kamu yang gemar mengkoleksi mata uang dari negara lain? Menarik juga lho.***
(dari berbagai sumber)
Senyum Anak Aceh Untuk Dunia
SENYUM ANAK ACEH UNTUK DUNIA
Nov 13, 2009 at 07:00 AM
SERATUS senyum anak Aceh dipamerkan melalui media payung oleh Merry Project bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia di Kapal PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Minggu (8/11/2009). Senyum ini sebagai tanda kebangkitan kembali anak-anak Aceh setelah lima tahun tsunami 2004.
Koji Mizutani, direktur Merry Project dari Jepang menjelaskan, kegiatan ini untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa lima tahun pasca tsunami, anak-anak Aceh telah bangkit kembali dan tersenyum. Juga sebagai ucapan terima kasih kepada dunia atas bantuan yang diberikan kepada Aceh.
Merry Project adalah sebuah kelompok seni komunikasi di Jepang yang menyebarkan Merry (kegembiraan) ke seluruh dunia dengan tema "senyum adalah bahasa universal".
“Payung senyum” tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Merry Project kepada Ketua PMI Aceh diwakili oleh Bendahara PMI Aceh, Idrus Hayat. “Payung ini nantinya akan dipamerkan di museum tsunami pada peringatan 5 tahun tsunami,” ujar Idrus Hayat.
Merry Project telah memotret 850 anak tersenyum di Aceh Besar dan Banda Aceh sejak bulan Juni lalu bersama para relawan PMI Aceh. Merry Project telah memotret di 25 negara bekas bencana dan menghasilkan 30 ribu senyum bahagia anak. “Indonesia, di Banda Aceh merupakan negara yang ke-25 yang kami potret,” kata Koji.***
(dari berbagai sumber)
Nov 13, 2009 at 07:00 AM
SERATUS senyum anak Aceh dipamerkan melalui media payung oleh Merry Project bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia di Kapal PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Minggu (8/11/2009). Senyum ini sebagai tanda kebangkitan kembali anak-anak Aceh setelah lima tahun tsunami 2004.
Koji Mizutani, direktur Merry Project dari Jepang menjelaskan, kegiatan ini untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa lima tahun pasca tsunami, anak-anak Aceh telah bangkit kembali dan tersenyum. Juga sebagai ucapan terima kasih kepada dunia atas bantuan yang diberikan kepada Aceh.
Merry Project adalah sebuah kelompok seni komunikasi di Jepang yang menyebarkan Merry (kegembiraan) ke seluruh dunia dengan tema "senyum adalah bahasa universal".
“Payung senyum” tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Merry Project kepada Ketua PMI Aceh diwakili oleh Bendahara PMI Aceh, Idrus Hayat. “Payung ini nantinya akan dipamerkan di museum tsunami pada peringatan 5 tahun tsunami,” ujar Idrus Hayat.
Merry Project telah memotret 850 anak tersenyum di Aceh Besar dan Banda Aceh sejak bulan Juni lalu bersama para relawan PMI Aceh. Merry Project telah memotret di 25 negara bekas bencana dan menghasilkan 30 ribu senyum bahagia anak. “Indonesia, di Banda Aceh merupakan negara yang ke-25 yang kami potret,” kata Koji.***
(dari berbagai sumber)
Senyum Anak Aceh Untuk Dunia
SENYUM ANAK ACEH UNTUK DUNIA
Nov 13, 2009 at 07:00 AM
SERATUS senyum anak Aceh dipamerkan melalui media payung oleh Merry Project bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia di Kapal PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Minggu (8/11/2009). Senyum ini sebagai tanda kebangkitan kembali anak-anak Aceh setelah lima tahun tsunami 2004.
Koji Mizutani, direktur Merry Project dari Jepang menjelaskan, kegiatan ini untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa lima tahun pasca tsunami, anak-anak Aceh telah bangkit kembali dan tersenyum. Juga sebagai ucapan terima kasih kepada dunia atas bantuan yang diberikan kepada Aceh.
Merry Project adalah sebuah kelompok seni komunikasi di Jepang yang menyebarkan Merry (kegembiraan) ke seluruh dunia dengan tema "senyum adalah bahasa universal".
“Payung senyum” tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Merry Project kepada Ketua PMI Aceh diwakili oleh Bendahara PMI Aceh, Idrus Hayat. “Payung ini nantinya akan dipamerkan di museum tsunami pada peringatan 5 tahun tsunami,” ujar Idrus Hayat.
Merry Project telah memotret 850 anak tersenyum di Aceh Besar dan Banda Aceh sejak bulan Juni lalu bersama para relawan PMI Aceh. Merry Project telah memotret di 25 negara bekas bencana dan menghasilkan 30 ribu senyum bahagia anak. “Indonesia, di Banda Aceh merupakan negara yang ke-25 yang kami potret,” kata Koji.***
(dari berbagai sumber)
Nov 13, 2009 at 07:00 AM
SERATUS senyum anak Aceh dipamerkan melalui media payung oleh Merry Project bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia di Kapal PLTD Apung, Punge Blang Cut, Banda Aceh, Minggu (8/11/2009). Senyum ini sebagai tanda kebangkitan kembali anak-anak Aceh setelah lima tahun tsunami 2004.
Koji Mizutani, direktur Merry Project dari Jepang menjelaskan, kegiatan ini untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa lima tahun pasca tsunami, anak-anak Aceh telah bangkit kembali dan tersenyum. Juga sebagai ucapan terima kasih kepada dunia atas bantuan yang diberikan kepada Aceh.
Merry Project adalah sebuah kelompok seni komunikasi di Jepang yang menyebarkan Merry (kegembiraan) ke seluruh dunia dengan tema "senyum adalah bahasa universal".
“Payung senyum” tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Merry Project kepada Ketua PMI Aceh diwakili oleh Bendahara PMI Aceh, Idrus Hayat. “Payung ini nantinya akan dipamerkan di museum tsunami pada peringatan 5 tahun tsunami,” ujar Idrus Hayat.
Merry Project telah memotret 850 anak tersenyum di Aceh Besar dan Banda Aceh sejak bulan Juni lalu bersama para relawan PMI Aceh. Merry Project telah memotret di 25 negara bekas bencana dan menghasilkan 30 ribu senyum bahagia anak. “Indonesia, di Banda Aceh merupakan negara yang ke-25 yang kami potret,” kata Koji.***
(dari berbagai sumber)
basiC TutoriaL
Basic Tutorial 1
Halaman ini berisi pelajaran ke-1 pada VBA Excel Tutorial Dasar seri. Ini mencakup topik-topik dalam menciptakan dan mengelola array dan memahami keputusan dan loop VBA struktur. Pemula dalam pemrograman VBA didorong untuk pergi melalui pelajaran sebelumnya dalam seri ini jika mereka telah belum melakukannya. Dokumen ini berisi informasi mengenai topik-topik berikut.
Membuat Makro Pertama
Recording Your First Macro
Merekam Marco
Lihat Direkam Sintaks
Jalankan Direkam Marco
Modul dan Prosedur
Modul dan Ruang Lingkup Prosedur dan mereka
Sub Memanggil Prosedur dan Fungsi Prosedur
Passing Argumen Nilai atau dengan Referensi
Dukungan Microsoft situs atau Excel VBA Help bagian pada komputer Anda komprehensif berisi contoh-contoh pada sebagian besar isu-isu yang dibahas di halaman ini. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan merujuk kepada mereka.
Membuat Makro Pertama Anda Dukungan Microsoft
Dalam sub bagian ini, kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk membuat makro pertama (program VBA). Kita akan menggunakan dunia klasik "Hello World!" contoh. Untuk membuat contoh, silakan ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Visual Basic Editor dengan pergi ke Tools ... Makro ... Visual Basic Editor atau hanya cukup tekan tombol [Alt] dan [F11] kunci pada waktu yang sama.
2. Pada menu Insert di atas Visual Basic Editor, pilih Modul Modul untuk membuka jendela (jendela kode).
3. Pada jendela Modul, ketik berikut ini:
Sub ShowMessage ()
MsgBox "Hello World!"
End Sub
4. Klik tombol Run, , Tekan [F5], atau pergi ke Run .. Run Sub / UserForm untuk menjalankan program
5. Kotak pesan muncul dengan "Hello World!" salam.
Ini adalah pertama Anda VBA programmer.
Kembali ke Atas Halaman
Recording Your First Macro
Merekam Macro
Macrosoft Excel memiliki build-dalam perekam makro yang menerjemahkan tindakan Anda ke perintah makro VBA. Setelah Anda merekam makro, Anda akan dapat melihat layout dan sintaks. Sebelum Anda merekam atau menulis makro, rencana langkah-langkah dan perintah yang Anda inginkan makro untuk melakukan. Setiap tindakan yang Anda ambil selama rekaman makro akan didata - termasuk koreksi yang Anda buat.
Dalam contoh ini, kita akan merekam makro yang menentukan warna latar belakang sel cahaya kuning. Untuk merekam macro, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Pilih Record New Macro ... pada menu Peralatan ... Makro
2. Pada kotak Record Macro dailog, ketik "SetBackgroundColor" dalam Nama Makro textbox untuk mengatur nama makro. Tinggalkan semua pilihan lain secara default lalu klik Ok. Tombol ini akan mulai merekam makro.
3. Pada Warna Latar Belakang Panel, pilih kotak warna Kuning Ligth. Tindakan ini akan menetapkan latar belakang sel yang aktif (A1) dalam warna kuning muda.
4. Untuk menghentikan perekaman makro, klik tombol Stop (persegi panjang biru tua) pada toolbar Macro Recorder.
Sekarang Anda telah merekam makro yang menetapkan latar belakang sel cahaya kuning.
Kembali ke Atas Halaman
Lihat Direkam Sintaks
Makro yang direkam siap digunakan. Sebelum kita menjalankan marco, mari kita melihat ke dalam sintaks.
1. Untuk memuat Visual Basic Editor, tekan [Alt] dan [F11] pada waktu yang sama. (Ingat dari pelajaran sebelumnya kita?) Visual Basic Editor muncul.
2. Perluas Modul folder dalam Project Explorer dengan mengklik plus (+) sign.
3. Double klik folder untuk melihat Module1 sub rutin (marco).
Sebagai sosok menunjukkan, nama dari sub rutin adalah "SetBackgroundColor". Indeks Warna kuning terang adalah 36. Latar belakang pola soild.
Kembali ke Top Page
Jalankan Direkam Makro
Dalam contoh sebelumnya, kita menciptakan "Hello World!" marco. Kami berlari makro dalam Visual Basic Editor. Kali ini kita akan menjalankan makro yang tercatat di dalam worksheet.
1. Pada setiap worksheet, pilih dari D3 ke E6.
2. Jalankan makro yang direkam oleh pilih Peralatan ... Makro ... Macro ... atau tekan [Alt] dan [F8] pada waktu yang sama.
3. Makro dailog kotak yang ditampilkan. Karena hanya ada satu makro di modul, secara default hanya makro, SetBackgroundColor dipilih. Klik Run Botton untuk menjalankan makro.
4. Sel D3 untuk E6 sekarang memiliki latar belakang warna kuning muda.
Kembali ke Atas Halaman
Modul dan Prosedur
Modul dan Ruang Lingkup Prosedur dan mereka
Sebuah modul adalah suatu wadah untuk prosedur seperti yang ditunjukkan dalam contoh-contoh sebelumnya. Suatu prosedur adalah satuan kode tertutup baik antara Sub dan End Sub pernyataan atau antara End Function Fungsi dan pernyataan.
Prosedur sub berikut (atau sub rutin) mencetak tanggal dan waktu pada sel C1:
Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Fungsi berikut meringkaskan dua angka:
Fungsi sumNo (x, y)
sumNo = x + y
End Function
Prosedur dalam Visual Basic dapat memiliki baik swasta maupun lingkup publik. Suatu prosedur dengan lingkup swasta hanya dapat diakses oleh prosedur lain dalam modul yang sama, sebuah prosedur dengan lingkup publik dapat diakses oleh semua prosedur di dalam setiap modul dalam buku kerja di mana prosedur dinyatakan, dan di semua buku kerja yang berisi referensi ke buku kerja. Secara default, prosedur memiliki lingkup publik.
Berikut adalah contoh-contoh untuk mendefinisikan ruang lingkup prosedur.
Public Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Private Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Kembali ke Atas Halaman
Sub Memanggil Prosedur dan Fungsi Prosedur
Ada dua cara untuk memanggil sub prosedur. Contoh berikut menunjukkan bagaimana sub prosedur dapat dipanggil oleh prosedur sub lain.
Sub z (a)
MsgBox sebuah
End Sub
Sub x ()
Call z ( "ABC")
End Sub
Sub y ()
z "ABC"
End Sub
Sub z prosedur membutuhkan sebuah argumen (a) dan menampilkan nilai argumen ( "ABC") di kotak pesan. Menjalankan baik Kecamatan x atau Sub y akan menghasilkan hasil yang sama.
Contoh berikut prosedur panggilan fungsi dari sub prosedur.
Sub ShowSum ()
MsgBox sumNo (3,5)
End Sub
Fungsi sumNo (x, y)
sumNo = x + y
End Function
Sub ShowSum prosedur yang memanggil fungsi sumNo dan mengembalikan sebuah "8" di kotak pesan.
Jika ada prosedur dengan nama duplikat dalam modul yang berbeda, Anda harus perlu untuk menyertakan modul prosedur kualifikasi sebelum nama saat memanggil prosedur.
Contoh:
Module1.ShowSum
Kembali ke Atas Halaman
Passing Argumen by Reference atau dengan Nilai
Jika Anda melewatkan sebuah argumen dengan referensi saat memanggil sebuah prosedur, prosedur akses ke variabel di memori aktual. Sebagai hasilnya, nilai variabel dapat diubah dengan prosedur. Melewati oleh referensi adalah default dalam VBA. Jika Anda tidak secara eksplisit tentukan untuk lulus dengan nilai argurment, VBA akan berlalu dengan referensi. Berikut dua pernyataan menghasilkan hasil yang sama.
Sub AddNo (ByRef x sebagai integer)
Sub AddNo (x sebagai integer)
Berikut adalah contoh untuk menunjukkan perilaku dengan referensi. Sub prosedur, TestPassing 1 panggilan AddNo1 dengan referensi dan menampilkan "60" (50 + 10) pada kotak pesan.
Sub TestPassing1 ()
Dim y As Integer
y = 50
AddNo1 y
MsgBox y
End Sub
Sub AddNo1 (ByRef x As Integer)
x = x + 10
End Sub
Contoh berikut menunjukkan perilaku dengan nilai. Sub prosedur, TestPassing 2 panggilan AddNo2 dengan nilai dan menampilkan "50" pada kotak pesan.
Sub TestPassing2 ()
Dim y As Integer
y = 50
AddNo2 y
MsgBox y
End Sub
Sub AddNo2 (ByVal x As Integer)
x = x + 10
End Sub
Lanjutkan ke Excel VBA Tutorial Dasar 2
Kembali ke Atas Halaman
Halaman ini berisi pelajaran ke-1 pada VBA Excel Tutorial Dasar seri. Ini mencakup topik-topik dalam menciptakan dan mengelola array dan memahami keputusan dan loop VBA struktur. Pemula dalam pemrograman VBA didorong untuk pergi melalui pelajaran sebelumnya dalam seri ini jika mereka telah belum melakukannya. Dokumen ini berisi informasi mengenai topik-topik berikut.
Membuat Makro Pertama
Recording Your First Macro
Merekam Marco
Lihat Direkam Sintaks
Jalankan Direkam Marco
Modul dan Prosedur
Modul dan Ruang Lingkup Prosedur dan mereka
Sub Memanggil Prosedur dan Fungsi Prosedur
Passing Argumen Nilai atau dengan Referensi
Dukungan Microsoft situs atau Excel VBA Help bagian pada komputer Anda komprehensif berisi contoh-contoh pada sebagian besar isu-isu yang dibahas di halaman ini. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan merujuk kepada mereka.
Membuat Makro Pertama Anda Dukungan Microsoft
Dalam sub bagian ini, kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk membuat makro pertama (program VBA). Kita akan menggunakan dunia klasik "Hello World!" contoh. Untuk membuat contoh, silakan ikuti langkah-langkah berikut:
1. Buka Visual Basic Editor dengan pergi ke Tools ... Makro ... Visual Basic Editor atau hanya cukup tekan tombol [Alt] dan [F11] kunci pada waktu yang sama.
2. Pada menu Insert di atas Visual Basic Editor, pilih Modul Modul untuk membuka jendela (jendela kode).
3. Pada jendela Modul, ketik berikut ini:
Sub ShowMessage ()
MsgBox "Hello World!"
End Sub
4. Klik tombol Run, , Tekan [F5], atau pergi ke Run .. Run Sub / UserForm untuk menjalankan program
5. Kotak pesan muncul dengan "Hello World!" salam.
Ini adalah pertama Anda VBA programmer.
Kembali ke Atas Halaman
Recording Your First Macro
Merekam Macro
Macrosoft Excel memiliki build-dalam perekam makro yang menerjemahkan tindakan Anda ke perintah makro VBA. Setelah Anda merekam makro, Anda akan dapat melihat layout dan sintaks. Sebelum Anda merekam atau menulis makro, rencana langkah-langkah dan perintah yang Anda inginkan makro untuk melakukan. Setiap tindakan yang Anda ambil selama rekaman makro akan didata - termasuk koreksi yang Anda buat.
Dalam contoh ini, kita akan merekam makro yang menentukan warna latar belakang sel cahaya kuning. Untuk merekam macro, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Pilih Record New Macro ... pada menu Peralatan ... Makro
2. Pada kotak Record Macro dailog, ketik "SetBackgroundColor" dalam Nama Makro textbox untuk mengatur nama makro. Tinggalkan semua pilihan lain secara default lalu klik Ok. Tombol ini akan mulai merekam makro.
3. Pada Warna Latar Belakang Panel, pilih kotak warna Kuning Ligth. Tindakan ini akan menetapkan latar belakang sel yang aktif (A1) dalam warna kuning muda.
4. Untuk menghentikan perekaman makro, klik tombol Stop (persegi panjang biru tua) pada toolbar Macro Recorder.
Sekarang Anda telah merekam makro yang menetapkan latar belakang sel cahaya kuning.
Kembali ke Atas Halaman
Lihat Direkam Sintaks
Makro yang direkam siap digunakan. Sebelum kita menjalankan marco, mari kita melihat ke dalam sintaks.
1. Untuk memuat Visual Basic Editor, tekan [Alt] dan [F11] pada waktu yang sama. (Ingat dari pelajaran sebelumnya kita?) Visual Basic Editor muncul.
2. Perluas Modul folder dalam Project Explorer dengan mengklik plus (+) sign.
3. Double klik folder untuk melihat Module1 sub rutin (marco).
Sebagai sosok menunjukkan, nama dari sub rutin adalah "SetBackgroundColor". Indeks Warna kuning terang adalah 36. Latar belakang pola soild.
Kembali ke Top Page
Jalankan Direkam Makro
Dalam contoh sebelumnya, kita menciptakan "Hello World!" marco. Kami berlari makro dalam Visual Basic Editor. Kali ini kita akan menjalankan makro yang tercatat di dalam worksheet.
1. Pada setiap worksheet, pilih dari D3 ke E6.
2. Jalankan makro yang direkam oleh pilih Peralatan ... Makro ... Macro ... atau tekan [Alt] dan [F8] pada waktu yang sama.
3. Makro dailog kotak yang ditampilkan. Karena hanya ada satu makro di modul, secara default hanya makro, SetBackgroundColor dipilih. Klik Run Botton untuk menjalankan makro.
4. Sel D3 untuk E6 sekarang memiliki latar belakang warna kuning muda.
Kembali ke Atas Halaman
Modul dan Prosedur
Modul dan Ruang Lingkup Prosedur dan mereka
Sebuah modul adalah suatu wadah untuk prosedur seperti yang ditunjukkan dalam contoh-contoh sebelumnya. Suatu prosedur adalah satuan kode tertutup baik antara Sub dan End Sub pernyataan atau antara End Function Fungsi dan pernyataan.
Prosedur sub berikut (atau sub rutin) mencetak tanggal dan waktu pada sel C1:
Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Fungsi berikut meringkaskan dua angka:
Fungsi sumNo (x, y)
sumNo = x + y
End Function
Prosedur dalam Visual Basic dapat memiliki baik swasta maupun lingkup publik. Suatu prosedur dengan lingkup swasta hanya dapat diakses oleh prosedur lain dalam modul yang sama, sebuah prosedur dengan lingkup publik dapat diakses oleh semua prosedur di dalam setiap modul dalam buku kerja di mana prosedur dinyatakan, dan di semua buku kerja yang berisi referensi ke buku kerja. Secara default, prosedur memiliki lingkup publik.
Berikut adalah contoh-contoh untuk mendefinisikan ruang lingkup prosedur.
Public Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Private Sub Showtime ()
Range ( "C1") = Now ()
End Sub
Kembali ke Atas Halaman
Sub Memanggil Prosedur dan Fungsi Prosedur
Ada dua cara untuk memanggil sub prosedur. Contoh berikut menunjukkan bagaimana sub prosedur dapat dipanggil oleh prosedur sub lain.
Sub z (a)
MsgBox sebuah
End Sub
Sub x ()
Call z ( "ABC")
End Sub
Sub y ()
z "ABC"
End Sub
Sub z prosedur membutuhkan sebuah argumen (a) dan menampilkan nilai argumen ( "ABC") di kotak pesan. Menjalankan baik Kecamatan x atau Sub y akan menghasilkan hasil yang sama.
Contoh berikut prosedur panggilan fungsi dari sub prosedur.
Sub ShowSum ()
MsgBox sumNo (3,5)
End Sub
Fungsi sumNo (x, y)
sumNo = x + y
End Function
Sub ShowSum prosedur yang memanggil fungsi sumNo dan mengembalikan sebuah "8" di kotak pesan.
Jika ada prosedur dengan nama duplikat dalam modul yang berbeda, Anda harus perlu untuk menyertakan modul prosedur kualifikasi sebelum nama saat memanggil prosedur.
Contoh:
Module1.ShowSum
Kembali ke Atas Halaman
Passing Argumen by Reference atau dengan Nilai
Jika Anda melewatkan sebuah argumen dengan referensi saat memanggil sebuah prosedur, prosedur akses ke variabel di memori aktual. Sebagai hasilnya, nilai variabel dapat diubah dengan prosedur. Melewati oleh referensi adalah default dalam VBA. Jika Anda tidak secara eksplisit tentukan untuk lulus dengan nilai argurment, VBA akan berlalu dengan referensi. Berikut dua pernyataan menghasilkan hasil yang sama.
Sub AddNo (ByRef x sebagai integer)
Sub AddNo (x sebagai integer)
Berikut adalah contoh untuk menunjukkan perilaku dengan referensi. Sub prosedur, TestPassing 1 panggilan AddNo1 dengan referensi dan menampilkan "60" (50 + 10) pada kotak pesan.
Sub TestPassing1 ()
Dim y As Integer
y = 50
AddNo1 y
MsgBox y
End Sub
Sub AddNo1 (ByRef x As Integer)
x = x + 10
End Sub
Contoh berikut menunjukkan perilaku dengan nilai. Sub prosedur, TestPassing 2 panggilan AddNo2 dengan nilai dan menampilkan "50" pada kotak pesan.
Sub TestPassing2 ()
Dim y As Integer
y = 50
AddNo2 y
MsgBox y
End Sub
Sub AddNo2 (ByVal x As Integer)
x = x + 10
End Sub
Lanjutkan ke Excel VBA Tutorial Dasar 2
Kembali ke Atas Halaman
Kain Adalah Jalinan Serat
KAIN ADALAH JALINAN SERAT
Jan 06, 2009 at 07:00 AM
COBA amati baju kamu, kain seprai kamu, semuanya terbuat dari kain. Coba kamu amati lebih dekat, kain itu terdiri jadi jalinan benang-benang, kan?. Terbuat dari apakah benang yang membentuk kain itu? Apakah benang itu memiliki jenis tertentu? Dan bagaimana pengaruhnya kepada mutu kain yang dihasilkannya?
Kain itu dibentuk dari kumpulan benang atau serat. Serat atau benang adalah zat yang panjang, tipis dan mudah dibengkokkan (lentur). Serat ini dapat terbentuk dari bahan alami maupun buatan. Coba deh kamu “suntikkan” susu ke dalam cairan asam cuka (tanyakan ibu kamu di dapur), kamu akan mendapatkan “serat susu”.
Serat alami, ada yang berasal dari tumbuhan, misal serat kapas dari tumbuhan kapas, serat linen dari batang tumbuhan linum usitatissimun, dan juga serat rami dari batang tumbuhan boehmeria nivea. Ada juga serat alami yang berasal dari hewan, misal serat wool dari bulu domba, serat sutera dari kepompong ulat sutera.
Serat buatan, ada yang berupa “modifikasi” serat alami, seperti serat RAYON. Juga yang “murni” buatan, seperti Nylon, Polyester, dan juga serat logam.
Masing-masing serat memiliki sifat yang membuat bahan memiliki sifat sesuai kebutuhan. Sifat-sifat serat antara lain : Kehalusan dan panjang serat, Kekuatan, Keseragaman serat, Gesekan serat, daya serap, dan elastisitas atau kelenturan. Kesemua sifat tersebtu akan menentukan sebuah bahan menjadi enak di gunakan, sejuk, menyerap keringat, dan sebagainya. Hal ini juga menentukan bagaimana cara pakaian kamu harus dicuci atau di setrika.
Coba amati terbuat dari bahan apakah baju yang paling kamu sukai?***
(dari berbagai sumber)
Jan 06, 2009 at 07:00 AM
COBA amati baju kamu, kain seprai kamu, semuanya terbuat dari kain. Coba kamu amati lebih dekat, kain itu terdiri jadi jalinan benang-benang, kan?. Terbuat dari apakah benang yang membentuk kain itu? Apakah benang itu memiliki jenis tertentu? Dan bagaimana pengaruhnya kepada mutu kain yang dihasilkannya?
Kain itu dibentuk dari kumpulan benang atau serat. Serat atau benang adalah zat yang panjang, tipis dan mudah dibengkokkan (lentur). Serat ini dapat terbentuk dari bahan alami maupun buatan. Coba deh kamu “suntikkan” susu ke dalam cairan asam cuka (tanyakan ibu kamu di dapur), kamu akan mendapatkan “serat susu”.
Serat alami, ada yang berasal dari tumbuhan, misal serat kapas dari tumbuhan kapas, serat linen dari batang tumbuhan linum usitatissimun, dan juga serat rami dari batang tumbuhan boehmeria nivea. Ada juga serat alami yang berasal dari hewan, misal serat wool dari bulu domba, serat sutera dari kepompong ulat sutera.
Serat buatan, ada yang berupa “modifikasi” serat alami, seperti serat RAYON. Juga yang “murni” buatan, seperti Nylon, Polyester, dan juga serat logam.
Masing-masing serat memiliki sifat yang membuat bahan memiliki sifat sesuai kebutuhan. Sifat-sifat serat antara lain : Kehalusan dan panjang serat, Kekuatan, Keseragaman serat, Gesekan serat, daya serap, dan elastisitas atau kelenturan. Kesemua sifat tersebtu akan menentukan sebuah bahan menjadi enak di gunakan, sejuk, menyerap keringat, dan sebagainya. Hal ini juga menentukan bagaimana cara pakaian kamu harus dicuci atau di setrika.
Coba amati terbuat dari bahan apakah baju yang paling kamu sukai?***
(dari berbagai sumber)
Kain Adalah Jalinan Serat
KAIN ADALAH JALINAN SERAT
Jan 06, 2009 at 07:00 AM
COBA amati baju kamu, kain seprai kamu, semuanya terbuat dari kain. Coba kamu amati lebih dekat, kain itu terdiri jadi jalinan benang-benang, kan?. Terbuat dari apakah benang yang membentuk kain itu? Apakah benang itu memiliki jenis tertentu? Dan bagaimana pengaruhnya kepada mutu kain yang dihasilkannya?
Kain itu dibentuk dari kumpulan benang atau serat. Serat atau benang adalah zat yang panjang, tipis dan mudah dibengkokkan (lentur). Serat ini dapat terbentuk dari bahan alami maupun buatan. Coba deh kamu “suntikkan” susu ke dalam cairan asam cuka (tanyakan ibu kamu di dapur), kamu akan mendapatkan “serat susu”.
Serat alami, ada yang berasal dari tumbuhan, misal serat kapas dari tumbuhan kapas, serat linen dari batang tumbuhan linum usitatissimun, dan juga serat rami dari batang tumbuhan boehmeria nivea. Ada juga serat alami yang berasal dari hewan, misal serat wool dari bulu domba, serat sutera dari kepompong ulat sutera.
Serat buatan, ada yang berupa “modifikasi” serat alami, seperti serat RAYON. Juga yang “murni” buatan, seperti Nylon, Polyester, dan juga serat logam.
Masing-masing serat memiliki sifat yang membuat bahan memiliki sifat sesuai kebutuhan. Sifat-sifat serat antara lain : Kehalusan dan panjang serat, Kekuatan, Keseragaman serat, Gesekan serat, daya serap, dan elastisitas atau kelenturan. Kesemua sifat tersebtu akan menentukan sebuah bahan menjadi enak di gunakan, sejuk, menyerap keringat, dan sebagainya. Hal ini juga menentukan bagaimana cara pakaian kamu harus dicuci atau di setrika.
Coba amati terbuat dari bahan apakah baju yang paling kamu sukai?***
(dari berbagai sumber)
Jan 06, 2009 at 07:00 AM
COBA amati baju kamu, kain seprai kamu, semuanya terbuat dari kain. Coba kamu amati lebih dekat, kain itu terdiri jadi jalinan benang-benang, kan?. Terbuat dari apakah benang yang membentuk kain itu? Apakah benang itu memiliki jenis tertentu? Dan bagaimana pengaruhnya kepada mutu kain yang dihasilkannya?
Kain itu dibentuk dari kumpulan benang atau serat. Serat atau benang adalah zat yang panjang, tipis dan mudah dibengkokkan (lentur). Serat ini dapat terbentuk dari bahan alami maupun buatan. Coba deh kamu “suntikkan” susu ke dalam cairan asam cuka (tanyakan ibu kamu di dapur), kamu akan mendapatkan “serat susu”.
Serat alami, ada yang berasal dari tumbuhan, misal serat kapas dari tumbuhan kapas, serat linen dari batang tumbuhan linum usitatissimun, dan juga serat rami dari batang tumbuhan boehmeria nivea. Ada juga serat alami yang berasal dari hewan, misal serat wool dari bulu domba, serat sutera dari kepompong ulat sutera.
Serat buatan, ada yang berupa “modifikasi” serat alami, seperti serat RAYON. Juga yang “murni” buatan, seperti Nylon, Polyester, dan juga serat logam.
Masing-masing serat memiliki sifat yang membuat bahan memiliki sifat sesuai kebutuhan. Sifat-sifat serat antara lain : Kehalusan dan panjang serat, Kekuatan, Keseragaman serat, Gesekan serat, daya serap, dan elastisitas atau kelenturan. Kesemua sifat tersebtu akan menentukan sebuah bahan menjadi enak di gunakan, sejuk, menyerap keringat, dan sebagainya. Hal ini juga menentukan bagaimana cara pakaian kamu harus dicuci atau di setrika.
Coba amati terbuat dari bahan apakah baju yang paling kamu sukai?***
(dari berbagai sumber)
7 k'ajaiban Dunia...
KEAJAIBAN DUNIA BAWAH AIR
Oct 19, 2007 at 07:00 AM
Keajaiban dunia alam juga terbagi menjadi definisi lain, yaitu keajaiban dunia bawah air, yaitu berbagai peristiwa alami yang khusus terjadi di bawah air.
1. Belize Barrier Reef, yaitu rangkaian pulai karang terbesar kedua setelah Great Barrier Reef di Australia, terletak di Belize, yaitu negara jajahan Inggris yang terletak di Maerika Tengah.
2. Deep-Sea Vents, dikenal juga sebagai “black smoker” atau perokok hitam, yaitu aktivitas pengeluaran gas dan air panas ke permukaan bumi karena kegiatan vulkanik.
3. Kepulauan Galapagos,yaut sebuah kepualauan yang terdiri dari 13 puau berapi dan bebatuan yang terletak di samudera Pasifik sekitaer 1000 km sebelah barat Amerika Selatran. Galapagos merupakan salah satu daerah gunung berapi teraktif di dunia. Galapagos juga terkenal karena jumlah species binatang dan tumbuhan yang besar dan pernah dijadikan objek penelitian oleh Charles Darwin yang menemukan teori seleksi alam.
4. Great Barrier Reef, seperti yang pernah diceritakan di 7 Keajaiban dunia Alam, great barrier Reef adalah untaian kepulauan karang terbesar di Perairan Australia.
5. Danau Baikal,adalah danau terdalam dan tertua di dunia, dan memiliki kandungan air tawar terbanyak di bumi. Danau ini terletak di selatan Siberia Rusia.
6. Northern Red Sea, yaitu laut yang membatasi benua Afrika dan Asia, dan termasuk laut dengan tingkat kadar garam tertinggi di dunia.
7. Palau, yaitu sebuah negara kepualauan di Samudra pasifik
Oct 19, 2007 at 07:00 AM
Keajaiban dunia alam juga terbagi menjadi definisi lain, yaitu keajaiban dunia bawah air, yaitu berbagai peristiwa alami yang khusus terjadi di bawah air.
1. Belize Barrier Reef, yaitu rangkaian pulai karang terbesar kedua setelah Great Barrier Reef di Australia, terletak di Belize, yaitu negara jajahan Inggris yang terletak di Maerika Tengah.
2. Deep-Sea Vents, dikenal juga sebagai “black smoker” atau perokok hitam, yaitu aktivitas pengeluaran gas dan air panas ke permukaan bumi karena kegiatan vulkanik.
3. Kepulauan Galapagos,yaut sebuah kepualauan yang terdiri dari 13 puau berapi dan bebatuan yang terletak di samudera Pasifik sekitaer 1000 km sebelah barat Amerika Selatran. Galapagos merupakan salah satu daerah gunung berapi teraktif di dunia. Galapagos juga terkenal karena jumlah species binatang dan tumbuhan yang besar dan pernah dijadikan objek penelitian oleh Charles Darwin yang menemukan teori seleksi alam.
4. Great Barrier Reef, seperti yang pernah diceritakan di 7 Keajaiban dunia Alam, great barrier Reef adalah untaian kepulauan karang terbesar di Perairan Australia.
5. Danau Baikal,adalah danau terdalam dan tertua di dunia, dan memiliki kandungan air tawar terbanyak di bumi. Danau ini terletak di selatan Siberia Rusia.
6. Northern Red Sea, yaitu laut yang membatasi benua Afrika dan Asia, dan termasuk laut dengan tingkat kadar garam tertinggi di dunia.
7. Palau, yaitu sebuah negara kepualauan di Samudra pasifik
Langganan:
Postingan (Atom)

